Monthly Archives: May 2010

TEORI PERKEMBANGAN MORAL MENURUT KOHLBERG

A. Makna Perkembangan Moral
Perkembangan sosial merupakan proses perkembangan kepribadian siswa selaku seorang anggota masyarakat dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan ini berlangsung sejak masa bayi hingga akhir hayat. Perkembangan merupakan suatu proses pembentukan social self (pribadi dalam masyarakat), yakni pembentukan pribadi dalam keluarga, bangsa dan budaya. Perkembangan sosial hampir dapat dipastikan merupakan perkembangan moral, sebab perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku sosial. Seorang siswa hanya akan berperilaku sosial tertentu secara memadahi apabila menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan untuk menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan. Continue reading


Pria Dalam Hujan

15 April 2010

Hari ini hujan lagi, sudah tiga hari ini hujan seakan-akan engan untuk tidak mengguyur bumi. Aku jadi malas kemana-kemana. Hanya mendekam dalam kamar sambil memandangi hujan lewat cendela kmar. Ditemani pisang goreng hangat dan teh panas. Kusetel lagu-lagu sendu dari list musik komputerq. Tampa memilih lagu apa. Pokoknya terdengar enak aja.

Mmmhhh… ada sesuatu yang menarik hari ini. Kulihat dari kejauhan ada seseorang berlari dalam hujan. Diya berteduh di bawah pohon yang dekat dengan beranda cendela rumahku. Kira-kira berjarak sekitar lima meter. Aku hanya dapat melihat wajahnya yang tekena air hujan dari samping. Berambut lurus, dan mempunyai rahang yang kuat, dengan di pertegas oleh hidungnya yang mancung. Terlihat bibirnya terkatup rapat karena kedinginan. Indah… aku terus memandanginya, sambil tertawa-tawa sendiri. Lucu melihatnya kedinginan. Dia hanya memakai kaos tipis warna kuning yang tampak cerah dengan kulitnya yang putih. Dia melipatkan tangannya di dadanya seraya memandangi hujan yang sedang tidak bersahabat dengannya. Sesekali dia duduk untuk menghilangkan rasa capek yang memang dari tadi dia berdiri mematung. Continue reading


Arti sebuah pertemanan

“Teman” adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita. kita juga bisa mendapatkannya dimanapun, tergantung bagaimana kita bergaul dengan mereka dan merekapun menerima kita apa adanya.
Namun saat ini aku mengalami pengalaman hal yang berbeda. Biasanya masalah persahabatan dan pertemanan paling mencolok ketika terjadi pada anak remaja yang masih usia belasan tahun. tapi bagi kita yang sudah bisa berfikir dewasa atau bisa disebut sudah dewasa, pertemanan sudah menjadi hal yang wajar yang tidak terlalu di dramatisir sebagaimana pertemanan yang terjadi pada anak ABG. aku saat ini berada di tempat yang asing dan ini pertamakalinya bagiku. sebagai orang baru aku harus mencari teman untuk di ajak bicara atau shering. karena kita hidup di dunia ini tidak bisa sendirian. setelah beberapa hari aku sudah mulai kenal dengan beberapa teman di kelasku, awalnya mereka tanpak biasa saja. setelah beberapa hari, sikap mereka mulai terbaca. memilih-milih teman yang dianggap bisa membantu mereka dalam pelajaran. karena ini adalah materi yang pertama bagiku, dan aku tidak pernah mempelajarinya sebelumnya, maka aku mendapat nilai yang ngak begitu baik, karena aku memang tidak begitu faham, kebanyakan dari mereka sudah pernah belajar sebelumnya tentang materi ini. jadi nilainya agak lumayan. ngakn seperti aku hehehe. ada satu anak dia sangat pintar untuk mencari teman. padahal menurut aku otaknya biasa-biasa saja, dan nilainya pun ngak begitu. tapi karena dia pintar mencari teman dia mulai dekat dengan anak yang pintar di kelas. jadi setiap ada ujian dia selalu berdiskusi dengannya. (dalam kata lain nyonteklah….).
dia juga menjauhi ku.. mungkin karena aku ngak bisa. hari berganti hari ujian kali ini aku mendapat nilai yang tidak bisa di bilang jellek, dy (anak yang biasa tadi) mulai dekat-dekat aku. Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.