Category Archives: Pendidikan

A COMPARATIVE STUDY OF STUDENT’S ACHIEVEMENT IN HIGH AND LOW-SOCIAL CLASS AT MAN MALANG I TLOGOMAS-MALANG

By: Nor Shadiqah

Departement : Islamic Education (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2010)

  1. Background of the Study

In the ancient time and the Middle Ages, formal education was in the monopoly of the higher-social class and accessible to the noblemen. But, after the enlightenment age formal education has been greatly developed. Education became popular and some governments in their educational program and performance pay more attention on human’s right and low-social class of society and hope this class to be covered by education, and also want to prove the motto of “education for all”.

If we compare ourselves with any person in our society we may find someone of the same age, weight, height, nationality, income, and even lifestyle as we are. However, we do not live in identical environments. Our diversity is determined by natural factors, such as individual, professional, educational, cultural circumstance, and social-class.1

The families, schools, and neighborhoods of children have social class characteristics. Some children have parents who have a great deal of money, high education, and who work in prestigious occupations, such as manager of the factories, lecturers, professors, and so forth. These children live in attractive houses and neighborhoods. Other children have parents who do not have very much money and who work in less prestigious occupations, such as public transport driver, farmworker, housemaid, and so forth. These children do not live in very attractive houses and neighborhoods.

Social-class is the citizen or society discrimination into hierarchy classes. And the realization of it; there are higher and lower-classes. The basic and the core of this social-stratum in society are caused by human rights and obligations distribution imbalance, and responsibility on the social values. In the beginning, social-stratums in society are based on the sex discrimination, discrimination between race and ethnic, differentiation between leader and division of labor and as it. In a little and simple society only found few of social class, but in a complex and advance society there are a lot of social class.2 Human life usually full of with the difference status. There are many things are praised by human in their society, such as wealth or money, power or function, science, religiousness piety, and may be descendant from respected family.3 Continue reading


Cara Efektif Mengajarkan Baik dan Buruk Terhadap Anak

ini adalah sebuah kisah nyata:

Waktu Ambrose Robinson mengetahui bahwa putranya yang baru berusia 10 tahun telah mencuri sekotak permen permen dari sebuah took swalayan, ia menyuruhnya mengembalikan permen itu ke took dan meminta maaf kepada penjaga took dan kepada para pelanggan yang ada disitu. Sesudah memberi maaf, penanggung jawab toko itu ingin memberikan permen tadi kembali kepada David, tetapi sang ayah melarang. “Dia tidak boleh menerimanya,” katanya, “ini bukan permennya.” Ia membawa David dan adiknya pulang, lalu menghukum keduanya; David karena perbuatan buruk yang telah dilakukan dan adiknya karena ikut melakukan perbuatan tersebut. Continue reading


PTK : “Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Pengajaran Ala Permainan Bingo Siswa Kelas VII D SMPN I Turen”.

Latar Belakang Masalah

Kebanyakan pendidik mengajar hanya untuk mengejar target tanpa memperdulikan pemahaman peserta didik. Padahal belajar adalah suatu bentuk aktivitas manusia yang memerlukan adanya motivasi untuk mencapai tujuan. Semakin tinggi motivasi yang didapat siswa maka semakin tinggi pula keberhasilan yang akan dicapai.[1]

Belajar adalah merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup tiap individu. Menurut Skinner (dalam Effendy) individu belajar adanya (stimulus) dari luar dan mungkin pola karena adanya dorongan dari dalam karena ada prinsip-prinsip dinamisasi dalam diri individu. Adapun yang dimaksud dengan aspek-aspek dinamisasi dalam individu ini adalah: Goal seeking, Mind, Drive, Goal seeking adalah; dimana tingkah laku individu terarah pada tujuan tertentu, sedangkan Mind adalah merupakan subtansi kualitatif yang berbeda dengan jasmani, adapun Drive adalah tenaga pendorong dari dalam diri individu dalam pengertian yang lebih luas sering disebut “Motive”. Continue reading


Memberi dorongan positif pada anak, agar anak berhasil dalam hidup

ATURAN UNTUK BERPRESTASI DAN MERAIH KEBAHAGIAAN

  1. biarkan sikapmu menentukan prestasimu. Jangan biarkan prestasimu menentukan sikapmu.
  2. emosi kita menghalangi kita melakukan untuk diri sendiri apa yang ingin kita lakukan untuk orang lain.
  3. jangan takut menjadi anak-anak bersenang-senanglah.
  4. Jangan mencampur adukkan harga diri dengan prestasi; prestasi berbeda dengan kehidupan nyata.
  5. Jangan lari dari diri sendiri. Kemanapun kamu pergi disanalah kamu berada.
  6. Ketika menghadapi ringtangan, jangan mengabaikannya, hadapi saja.
  7. Keyakinan lahir dari latihan yang benar.
  8. Belajarlah memaafkan diri mu sendiri. Continue reading

Super Accelarated Learning

Dalam sebuah penelitian di universitas California, Los Angles, para peneliti menyelidiki bagian otak yang berfungsi memahami kata-kata yaitu daerah Wernicke dan menemukan bahwa jumlah dendreit mempunyai kolerasi dengan kualitas belajar seseorang.

Jenius dalam bidang computer dan pendiri perusahaan Microsoft, Bill Gates dalam bukunya The Road Ahead mengatakan, “Dalam dunia yang berubah, pendidikan adalah modal utama bagi seseorang agar bisa beradaptasi. Ketika perekonomia berubah, setiap orang dan kelompok masyarakat yang terdidik dengan baik cenderung melakukan hal-hal yang terbaik. Biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk menguasai keterampilan baru akan meningkat. Maka, nasihat saya adalah alangkah baiknya jika setiap orang mendapatkan pendidikan formal yang baik dan kemudian tetap terus belajar. Dapatkanlah keterampilan dan kecakapan baru sepanjang hayat anda.” Continue reading


Proposal Penelitian Kuantitatif: Pengaruh Emosional Inteligensi Terhadap Ahklak Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri 03 Malang

A. Latar Belakang Masalah

Pola pembangunan SDM di Indonesia selama ini terlalu mengedepankan IQ (kecerdasan intelektual) dan materialisme tetapi mengabaikan EQ (kecerdasan emosi) terlebih SQ (Kecerdasan spiritual). Pada umunya masyarakat Indonesia memang memandang IQ paling utama, dan menganggap EQ sebagai pelengkap, sekedar modal dasar tanpa perlu dikembangkan lebih baik lagi. Fenomena ini yang sering tergambar dalam pola asuh dan arahan pendidikan yang diberikan orang tua dan juga sekolah-sekolah negeri atau swasta pada umumnya. Maka tidak heran kalau banyak remaja siswa Madrasah Aliyah berprestasi tapi tidak sedikit kemudian mereka yang berprestasi juga menjadi siswa yang urakan dan mengabaikan tanggungjawabnya dalam menjalani proses pendidikan di sekolah, terjebak dalam pergaulan bebas, narkoba dan atau budaya tawuran sering dilakukan. Pengaruh obat-obatan terlarang, budaya kritis yang cenderung negatif karena mengurangi kesopanan pada guru dan orang tua, selama ini menjadi ciri adanya perubahan budaya pada remaja siswa di Indonesia. Continue reading


PERNIKAHAN LINTAS AGAMA

A. Definisi Perkawinan Lintas Agama

Sebagaimana telah diketahui bahwa yang dimaksud dengan perkawinan lintas agama adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang pria atau seorang wanita yang beragama Islam dengan seorang wanita atau seorang pria yang beragama non-Islam.

Perkawinan antar agama disini dapat terjadi (1) calon isteri beragama Islam, sedangkan calon suami tidak beragama Islam, baik ahlul kitab ataupun musyrik, dan (2) calon suami beragama Islam, sedangkan calon isteri tidak beragama Islam, baik ahlul kitab ataupun musyrik.

Islam melarang keras laki-laki Muslim menikahi perempuan Musyrikh, hukum Islam membagi agama-agama yang ada di dunia menjadi 2 bagian: a) Agama Samawi; yakni agam yang berasal dari wahyu Allah kepada para Nabi untuk disampaikan kepada umatnya. b) Agama Ardli; adalah agama yang berasal dari manusia tanpa dasar dan petunjuk dari Allah, tanpa kitab dan tidak mempunyai Nabi. Continue reading


TIPS MENJADI GURU YANG MENYENANGKAN

1) Bangkitnya minat
Seorang Pengajar atau pemelajar menjadi gembira lantaran di dalam dirinya memang ada keinginan Mengajar atau mempelajari suatu materi pelajaran. Continue reading


STRATEGI UNTUK MENARIK PERHATIAN SISWA DI KELAS

Strategi Linguistik : Menuliskan kalimat “Harap tenang!” di papan tulis
Strategi Musik : bertepuk tangan secara ritmis dan meminta siswa menirukannya.
Strategi Kinestetis – Jasmani : Meletakkan jari di bibir untuk meminta siswa diam, sementara tangan lain diangkat lurus ke atas. Mintalah siswa menirukannya.
Stategi Spasial : Memasang gambar kelas yang tenang di papan tulis dan jadikan gambar sebagai acuan, dengan bantuan alat penunjuk.
Strategi Matematis – Logis : menggunakan stopwatch untuk mencatat waktu yang terbuang dan menuliskan di papan tulis setiap detik yang hilang dalam interval 30 detik. Katakan pada siswa bahwa waktu tersebut adalah waktu yang hilang dari jam pelajaran, yang harus digantikan nantinya.
Strategi Iterpersonal : Membisikkan ketelinga satu murid, “Sekarang saatnya untuk-teruskan pesan ini,” dan tunggulah sementara sang siswa menyampaikan pesan tersebut secarai berantai ke seluruh kelas.
Strategi Intapersonal : Mulailah mengajar, dan biarkan siswa bertanggung jawab atas kelakuan mereka sendiri.
Strategi Naturalis: putarlah kaset kicauan burung atau (akan lebih baik) membawa binatang hidup ke dalam kelas. Pada umumnya, setiap kali ada binatang di dalam kelas, kesanalah perhatian akan tertuju! Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.