Arti sebuah pertemanan

Standard

“Teman” adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita. kita juga bisa mendapatkannya dimanapun, tergantung bagaimana kita bergaul dengan mereka dan merekapun menerima kita apa adanya.
Namun saat ini aku mengalami pengalaman hal yang berbeda. Biasanya masalah persahabatan dan pertemanan paling mencolok ketika terjadi pada anak remaja yang masih usia belasan tahun. tapi bagi kita yang sudah bisa berfikir dewasa atau bisa disebut sudah dewasa, pertemanan sudah menjadi hal yang wajar yang tidak terlalu di dramatisir sebagaimana pertemanan yang terjadi pada anak ABG. aku saat ini berada di tempat yang asing dan ini pertamakalinya bagiku. sebagai orang baru aku harus mencari teman untuk di ajak bicara atau shering. karena kita hidup di dunia ini tidak bisa sendirian. setelah beberapa hari aku sudah mulai kenal dengan beberapa teman di kelasku, awalnya mereka tanpak biasa saja. setelah beberapa hari, sikap mereka mulai terbaca. memilih-milih teman yang dianggap bisa membantu mereka dalam pelajaran. karena ini adalah materi yang pertama bagiku, dan aku tidak pernah mempelajarinya sebelumnya, maka aku mendapat nilai yang ngak begitu baik, karena aku memang tidak begitu faham, kebanyakan dari mereka sudah pernah belajar sebelumnya tentang materi ini. jadi nilainya agak lumayan. ngakn seperti aku hehehe. ada satu anak dia sangat pintar untuk mencari teman. padahal menurut aku otaknya biasa-biasa saja, dan nilainya pun ngak begitu. tapi karena dia pintar mencari teman dia mulai dekat dengan anak yang pintar di kelas. jadi setiap ada ujian dia selalu berdiskusi dengannya. (dalam kata lain nyonteklah….).
dia juga menjauhi ku.. mungkin karena aku ngak bisa. hari berganti hari ujian kali ini aku mendapat nilai yang tidak bisa di bilang jellek, dy (anak yang biasa tadi) mulai dekat-dekat aku.
mmmmmhhhhhhhhhhhhhheeeeeeeehhhhh………..
aku jadi menyimpulkan, anak ini hanya berteman hanya untuk di ambil mamfaatnya…. aaahhh….sudahlah…. aku harap setiap orang tidak memilih-milih teman dengan cara begini, karena aku fikir hal ini sangat picik sekali.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s